Tampilkan postingan dengan label HyperBAric Oxygen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HyperBAric Oxygen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

Hyperbaric Oxygen Therapy for Stroke

Every year, about 795,000 people suffer from a stroke in the United States. According to the Centers for Disease Control and Prevention, stroke is the the most common cause of serious long-term disability in the country. 

A stroke is caused by a sudden loss of oxygen and blood to the brain. This loss can occur due to a blocked artery, blood clot, buildup in arterial walls or bleeding in the brain. The brain needs a constant flow of oxygen from the bloodstream in order to function. If bloodflow and oxygen are disrupted, injury to the brain can occur within a very short amount of time. If that occurs, certain functions in the body that are controlled by those parts of the brain will stop or be hindered. It can take months or years to regain those proper functions and some patients experience permanent damage.
Hyperbaric oxygen therapy (HBOT) is a noninvasive and painless therapy that helps improve bloodflow and the delivery of oxygen to tissues in the brain damaged by stroke.
During HBOT sessions, patients are administered 100 percent oxygen at greater than normal atmospheric pressure. This floods the body with oxygen and helps reduce swelling and stimulate healing in those damaged areas of the brain through the formation of new blood vessels. 

Although HBOT (or any other known treatment) cannot revive dead tissue that resulted from a stroke, it is extremely beneficial for improving function in the area between the damaged tissue and the unaffected brain (known as the pnumbra). After a stroke, the pnumbra contains brain cells that are in a resting state because they are not receiving proper bloodflow and oxygen. HBOT awakens those cells by helping to achieve adequate bloodflow. 



Kamis, 27 Oktober 2011

Hyperbaric Oxygen for Crush Injuries and Compartment Syndromes

Crush injuries and skeletal muscle compartment syndromes are two related conditions that arise as a consequence of trauma. Common features include ischemia and hypoxia at the injury site, a gradient of injury, and the potential for self perpetuation of the injury. Management of severe forms of these injuries almost always requires surgery. The mechanisms of hyperbaric oxygen (HBO) are logical interventions for the pathophysiological for these conditions and HBO should be used when the seriousness of the injuries results in high complication rates even with optimal surgical and medical interventions. Crush injuries and skeletal muscle compartment syndromes are approved indications for HBO according to Medicare and Undersea and Hyperbaric Medical Society guidelines. It is considered an acute type 2 indication by the European Consensus Conference on Hyperbaric Medicine. Effect of HBO which decrease morbidity in crush injuries include tissue hypoxia correction and edema reduction. These effects help to provide a favorable environment for fibroblast function, neutrophil oxidative killing, and angiogenesis. Other beneficial effects of HBO for crush injuries include pertubation of the reperfusion injury and maintenance of red blood cell deformability. The ability for blood cells to deform is essential for maintaining flow and preventing sludging in the microcirculation. Consequently, HBO is a logical intervention for those crush injuries where high complication rates can be anticipated. Surgical and and orthopedic interventions for crush injuries are based on the type of injury and should be independent of the decision whether or not to use HBO. That is HBO should not be used as excuse to delay surgery or not to do surgery. However, when the decision to use HBO is made, it should be started as soon after the injury as possible. If there are delays in starting surgery, and HBO is available, it should be given while awaiting the availability of the operating room. Reference: Bakker, DJ, Cramer, FS. 2002. Hyperbaric Surgery. Best Publishing Company, USA, pp. 341-345.

Jumat, 07 Oktober 2011

MULTIPLACE HYPERBARIC OXYGEN

SPECIFICATIONS
HBO horizontal-cylindrical chamber with rectangular
door. Double lock (divided in main lock and entry lock).
Air cooling system in the chamber. 6 Acrilyc viewport with each diameter of 250 mm. Maximum working pressure 6 Bar Absolute. Capacity for 8 seats (6 seats in the main chamber and 2 seats in the ante chamber). Inner diameter of chamber 180 cm. Overall length 380 cm
Material mild boiler steel S275 JR. Certification of system by TUV NORD for quality control in Spain and Europe.
Chamber control panel
complete with Pressure Gauge, Manometer for air and
oxygen, Intercom system, Lighting switch, O2 and CO2
analyzer, TV color monitor
Air compressor system with refill high pressure air
tanks
10 x high pressure air tanks 6000 liter capacity.
4 x high pressure oxygen tanks 6000 liter capacity.
other related accessories
Training
Operator's training
Documentation
X-ray 100%
Thickness measurement
Hydrostatic test
Pneumatic test
Working and functional test
Design code: Det Norske Veritas
Certification: CE Maked by TUV NORD (German
Company)
Air sterilizer system
700 cfm capacity
Heavy duty 16-gauge metal cabinet
Oversize HEPA filter
Ultraviolet lamp
Integrated ozone capability
Dual speed fan

Contact person Iberco for Indonesia
HD med 
email : hdmedis@gmail.com        or      handisuyonodr@gmail.com
Phone : 031 9111 2373   or  0817935 9989

MONOPLACE HYPERBARIC OXYGEN CHAMBER

 HYPERBARIC OXYGEN CHAMBER (MONOPLACE)


  • Hyperbaric Oxygen (HBO) adalah Terapi yang menggunakan oksigen murni 100% sebagai media nafas, diberikan di dalam ruang bertekanan tinggi (Hyperbaric Chamber). Pada tekanan udara lebih dari pada normal yakni 1 atm (760 mmHg).

    Metode ini ditemukan oleh Behnke (1930), untuk mengatasi penyakit dekompresi (kasus penyelaman). Namun berkembangnya teknologi dan berbagai penelitian, metode ini bisa digunakan pada penyakit-penyakit klinis.
Setelah diteliti lebih dalam di berbagai lab dan uviversitas kedokteran, HBO memiliki banyak fungsi di bidang kedokteran. Hasil penelitian menyebutkan HBO bisa menyembuhkan :
Autism / Autistic Spectrum Disorders ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)
ADD (Attention Deficit Disorder) Traumatic Brain Injury
Cerebral Palsy Chronic Fatigue
Crohn’s Disease Immune Dysfunction
Interstitial Cystitis Fibromyalgia
Lyme’s Disease Lupus
Migraines Multiple Sclerosis
Neuropathy Sports Injuries
Rheumatic Diseases Reflex Sympathetic Dystrophy
Stroke


Abstrak
Luka adalah suatu gangguan dalam struktur jaringan yang utuh, pada umumnya dihubungkan dengan hilangnya struktur jaringan. Proses penyembuhan luka dipengruhi oleh tiga faktor mekanisme. Ketiga mekanisme penyembuhan luka tersebut adalah kontraksi, epitelialisasi, dan deposisi jaringan ikat. Proses awal penyembuhan luka, fibroblas berpindah tempat, menghasilkan kolagen. Oksigen dalam jumlah yang cukup diperlukan untuk proliferasi fibroblas dan produksi kolagen. Terapi oksigen hiperbarik merupakan terapi dengan menggunakan oksigen bertekanan. Peran oksigen hiperbarik dalam penyembuhan luka adalah oksigenasi untuk luka hipoksik, peningkatan fibroblas dan produksi kolagen serta meningkatkan kemampuan leukosit. Kasus osteomielitis yang pernah ditangani di rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Memberikan Hasil yang baik.
Kata Kunci : luka, oksigen hiperbarik, proses penyembuhan

HBO Metode
Luka adalah hilangnya kontiunitas dari struktur-struktur jaringan yang utuh dan pada umumnya disertai dengan hilangnya sebagian dari jaringn. (1) Sebagai tambahan, ulkus yang terjadi akibat tekanan (pressure ulcer) dan lebih dikenal sebagai  decubitus ulcer atau bed sores bisa dipertimbangkan sebagai suatu luka. (2) Cidera atau kerusakan yang lebih dalam pada jaringan otot, sistem skeletal ataupun bagian-bagian yang lebih dalam dari suatu organ disebut sebagai luka komplikasi. (3)
Pada umumnya keadaan luka adalah hipoksia dan masalah luka yang tidak sembuh biasanya disebabkan oleh jaringan yang hipoksia. Dalam proses penyembuhan luka adanya oksigen sangat diperlukan, seperti dijelaskan pada penelitian tentang oksigen pada jaringan. (4) Beberapa jenis luka yang berhasil diterapi dengan oksigen hiperbarik adalah beberapa jenis ulkus (ulcers due to peripheral vascular insufficiency, venous stasis ulcers, decubitus ulcer) luka crush injury, luka yang tidak sembuh pada insisi bedah,kerusakan jaringan akibat suhu dingin Frotbite), dan luka gigitan binatang. (1)
Pada makalah ini akan dibahas mengenai manfaat terapi oksigen hiperbarik dalam mempercepat proses penyembuhan luka.

Proses penyembuhan luka
Jaringan yang rusak atau cedera harus diperbaiki, baik melalui regenerasi sal atau pembentukan jaringan parut. Tujuan dari kedua jenis perbaikan tersebut adalah untuk mengisi daerah yang rusak agar integritas struktural jaringan pulih kembali. Kedua proses diatas dikenal sebagai proses penyembuhan luka. (5) Lebih Lnjut dikatakan proses penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks dan melibatkan interaksi berbagai jenis sel dan mediator-mediator biokimia. (1) Oleh karena itu proses penyembuhan luka tidak terbatas pada proses-proses regenerasi lokal tapi merupakan kondisi keseluruhan yang melibatkan faktor-faktor endogen seperti umur, nutrisi, pengobatan, status imunologis, kondisi metabolik dan sebagainya.
Pada umumnya proses penyembuhan luka terdiri atas tiga mekanisme, satu dari tiga mekanisme tersebut dapat lebih nominan. Adapun mekanisme proses penyembuhan luka tersebut adalah kontraksi, epitelialisasi dan deposisi jaringan ikat. Sebagai contoh, kontraksi merupakan mekanisme penyembuhan luka yang dominan pada kasus-kasus amputasi. Epitelialisasi lebih dominan pada penyembuhan abrasi, dan deposisi jarangan ikat lebih dominan pada penutupan luka laserasi dengan jahitan. (6)
Tahap-tahap penyambuhan luka terdiri dari fase inflamasi atau eksudasi untuk melepaskan jaringan yang rusak dan membersihkan luka, fase proliferasi untuk perkembangan jaringan granulasi dan fase diferensiasi atau regenerasi untuk maturasi, pembentukan parut dan epitelialisasi. Secara praktis fase tersebut diatas dikenal sebagai fase pembersihan, fase granulasi dan epitelialisasi. (3) Lebih lengkap Hall (6)menyebutkan tahapan proses penyembuhan luka adalah perdarahan, inflamasi proliferasi dan remodeling.
Secara garis besar, dikenal dua fase penyembuhan luka yaitu penyembuhan luka secar apremier dan sekunder. Suatu jaringan dikatakan mengalami penyembuhan luka secara intensi primer apabila proses penyembuhan berlangsung cepat dan hasilnya baik. Penyembuhan secara primer ini terjadi pada luka yang bersih, luka insisi dengan ujung aposisi yang baik dan umumnya terjadi pada insisi bedah. (7)
Proses penyembuhan luka secara intensi primer lebih lanjut dapat dijelaskan sebagai berikut:(7,8) Sesaat setelah terjadi luka gumpalan darah dan debris mengisi celah jaringan yang cedera. Inflasi awal terjadi setelah dua sampai tiga jam yang ditandai dengan hyperemia ringan dan adanya sedikit polymorps. Pada hari kedua sampai ketiga aktivitas makrofag menghilangkan clot dan terjadi aktivitas fibroblast. Pada hari kesepuluh sampai keempat belas scab hilang dan epitel telah terbentuk sempurna dan terjadi penyatuan jaringan fibrous pada tepi luka namun pada saat ini luka masih lemah.
Beberapa minggu kemudian jaringan bekas luka masih sedikit hiperemis, penyatuan jaringan fibrous baik tapi belum mencapai kekuatan yang penuh. Devaskularisasi, remodeling kolagen oleh aktivitas enzim terjadi sesudah beberapa bulan hingga beberapa tahun. Pada periode tersebut bekas luka mengecil dan sudah menyatu dengan jaringan sekitarnya. Jika penyembuhan luka berjalan lambat dan disertai pembentukan jaringan parut, proses ini dikatakan mengalami penyembuhan secara sekunder. (5) Penyembuhan jenis ini terjadi pada luka yang terbuka, umumnya jika terdapt jaringan yang hilang, nekrosis atau infeksi.
Kekuatan luka akan mencapai dua puluh persen kekuatan jaringan normal dalam tiga minggu dan kemudian mencapai kekuatan lebih lagi tetapi tidak pernah mencapai lebih dari tujuh puluh persen kekuatan normal. (8)
Oksigen memiliki dua fungsi besar dalam metabolisme seluler, hal yang paling penting yaitu sebagai transfer elektron pada sistem oksidasi yang mana bertanggung jawab sekitar sembilan puluh persen dalam konsumsi oksigen secara keseluruhan. (9) Oksigen diperlukan oleh mitokondria untuk fosforilasi oksidatif dan pembentukan ATP dimana lebih dari sembilan puluh persen dari ATP yang dihasilkan ini dipergunakan untuk metabolisme seluler. (5)
Pada awal penyembuhan luka, fibroblas mulai bermigrasi dan menghasilkan kolagen yang merupakan matrik penting dalam prose penyembuhan luka sebagai sumber energi pada proses perbaikan, juga diperlukan dalam metabolisme dan proses pemeliharaan jaringan.
Oksigen Hiperbarik
Ketika oksigen dihirup pada konsentransi yang lebih tinggi dari yang ditemukan dalam atosfir, udara pada keadaan ini pertimbangkan sebagai obat. Berdasarkan definisi ini oksigen hiperbarik kemudian dipastikan sebagai obat dan dapat dipergunakan dalam suatu terapi. (1)
Terapi oksige hiperbarik merupakan bentuk pengobatan, penderita harus berada dalam ruangan bertekanan dan bernafas dengan oksigen murni (100%) pada tekanan udara lebih besar daripada udara atmosfir normal, yaitu sebesar 1 atm (760 mmHg). Keadaan ini dapat dialami oleh seseorang pada waktu menyelam atau berada dalam ruangan udara bertekanan tinggi (hyperbaric chamber) yaitu suatu ruang kedap udara terbuat dari perangkat keras yang mampu diberikan tekanan lebih besar dari 1 atm (ruang kompresi) beserta sumber oksigen dan sistem penyalurannya ke dalam ruang rekompresi tersebut.
Dua efek penting yang mendasar pada terapi oksigen hiperbarik adalah: (11) Efek mekanik meningkatnya tekanan lingkungan atau ambient yang memberikan manfaat penurunan volume gelembung gas atau udara seperti pada terapi penderita dekompresi akibat kecelakaan kerja penyelaman dan gas emboli yang terjadi pada beberapa tindakan medis rumah sakit. Efek peningkatan tekanan parsial oksigen dalam darah dan jaringan yang memberikan manfaat terapeutik: bakteriostatik pada infeksi kuman anaerob, detoksikasi pada keracunan karbon monoksida, sianida dan hidrogensulfida, reoksigenasi pada kasus iskemia akut, crush injury, compartment syndrome maupun kasus iskemia kronis, luka yang tidak sembuh, nekrosis radiasi, skin graft preparation dan luka bakar.

MONOPLACE HBO
Perbedaan Antara Monoplace dan Multiplace HBO adalah Privasi pasien, kenyamanan pasien. Perbedaan lainnya antara lain mengurangi tertularnya penyakit karena satu ruangan diisi lebih dari satu pasien (pada Multiplace HBO) dan air borne infection. Monoplace juga dapat berineraksi dengan perawat atau operator melalui interkom yang disediakan. 

Perbedaan yang mencolok adalah simulasi evakuasi dan keselamatan pasien saat pasien tidak kuat dengan tekanan yang diberikan pada HBO. Monoplace hanya membutuhkan kurang dari 5 menit untuk mengurangi tekanan, sedangkan Multiplace harus melalui ruangan lain sebelum dapat di evakuasi  (lebih kurang 15 menit)

HD med bekerja sama dengan Sechrist untuk penyediaan produk MONOPLACE HBO
Proposal pengajuan barang bisa melalui:
email : hdmedis@gmail.com  atau handisuyonodr@gmail.com
Phone : +62 31 9111 2373  atau  +62 817935 9989